Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Berau Sosialisasikan P2P Guna Tingkatkan Partisipasi Mahasiswa di Berau agar menjadi Mitra Pengawas yang Cerdas dan konstruktif

Bawaslu Berau

Ketua Bawaslu Kabupaten Berau Ira Kencana Memberikan Sosialisasi terkait Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) 

BERAU – Sebagai upaya membangun kesadaran berdemokrasi sejak dini, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia meluncurkan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) dengan menyasar kalangan mahasiswa. Sosialisasi perdana ini digelar di Ruang Kelas Kampus Universitas Muhammadiyah Berau, Senin (20/10/2025), diikuti oleh 50 mahasiswa di tiap kelas.

Dalam penyampaiannya, Ketua Bawaslu Berau  Ira Kencana menjelaskan pentingnya peran mahasiswa dalam pengawasan pemilu. “Mahasiswa memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam menciptakan pemilu yang transparan dan berkualitas. Melalui program ini, kita harap mahasiswa dapat menjadi mitra pengawas yang cerdas dan konstruktif,” ujarnya.

Selain itu mahasiswa memiliki energi kritis dan idealisme yang dibutuhkan untuk menjadi mitra pengawas yang cerdas dan konstruktif. Melalui P2P, kami ingin mengalihkan potensi besar ini menjadi kontribusi nyata dalam menciptakan ekosistem pemilu yang transparan dan berkualitas," tegas Ira di hadapan mahasiswa.

Sosialisasi ini mencakup penjelasan mengenai mekanisme pengawasan pemilu, serta bagaimana mahasiswa dapat berperan aktif dalam memantau jalannya proses pemilu di daerah. Selain itu, para peserta juga diberikan pelatihan tentang cara pengumpulan data dan penyampaian temuan kepada Bawaslu.

Program P2P ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Bawaslu Berau membangun jaringan pengawas pemilu yang lebih luas dan berkelanjutan. Usai sosialisasi, para peserta akan dikelompokkan berdasarkan domisili dan ditempatkan sebagai relawan pengawas di setiap kecamatan.

"Ke depan, kami akan membuka pendaftaran P2P secara online untuk menjangkau lebih banyak mahasiswa. Mereka yang lolos seleksi akan mendapatkan kartu identitas pengawas partisipatif dan bisa terlibat aktif mulai dari tahapan pemutakhiran data pemilih hingga pemungutan suara," papar Ira Kencana.

Dengan melibatkan mahasiswa sebagai garda depan pengawasan, Bawaslu Berau berharap dapat memperkuat sistem pengawasan berbasis komunitas, meningkatkan deteksi dini pelanggaran, dan pada akhirnya menciptakan pemilu yang lebih bersih, transparan, dan legitimit di mata seluruh pemangku kepentingan.
 

bawaslu berau