Lompat ke isi utama

Berita

Cegah Politisasi SARA dan Hoaks, Bawaslu Berau Konsolidasi dengan Komunitas Bersama Untuk Negeri

Bawaslu Berau

Anggota Bawaslu Kabupaten Berau, Natalis Lapang Wada Bertemu dengan Komunitas Bersama untuk Negeri 

Berau – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Berau kembali mengintensifkan langkah pencegahan potensi kerawanan pemilu dengan menggandeng elemen masyarakat sipil. Kali ini, Bawaslu Berau menggelar rapat konsolidasi demokrasi bersama Komunitas Bersama Untuk Negeri, sebuah langkah strategis untuk memperkuat sinergi dalam menjaga kualitas demokrasi di Kabupaten Berau.

Kegiatan yang berlangsung di salah satu kafe di wilayah Tanjung Redeb pada hari Kamis (07/05/2026) ini dipimpin langsung oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Berau, Natalis Lapang Wada, dan dihadiri oleh Ketua Komunitas Bersama Untuk Negeri, Aswar Nasir, beserta sejumlah pengurus komunitas. Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu untuk membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan guna menangkal isu-isu negatif yang dapat mengancam persatuan bangsa.

Membuka diskusi, Anggota Bawaslu Berau, Natalis Lapang Wada, menegaskan bahwa isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) serta penyebaran hoaks merupakan ancaman serius yang dapat merusak sendi-sendi demokrasi dan memecah belah persatuan bangsa . Menurutnya, pengalaman pemilu-pemilu sebelumnya menunjukkan bahwa politisasi identitas kerap kali digunakan oleh aktor-aktor tertentu untuk mendiskreditkan lawan politik dan menciptakan ketegangan horizontal di masyarakat.

"Isu SARA adalah bom waktu demokrasi. Jika tidak dikelola dengan baik, ia bisa meledak kapan saja. Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan mitra seperti Komunitas Bersama Untuk Negeri yang memiliki basis massa dan pemahaman kebangsaan yang kuat untuk bersama-sama melawan segala bentuk provokasi berbasis identitas," ujar Natalis dengan tegas di hadapan para peserta yang hadir .

Natalis Lapang Wada, yang juga menjabat sebagai Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, menjelaskan bahwa pertempuran melawan hoaks adalah pertempuran memperebutkan narasi kebenaran. Disinformasi tidak lagi bisa dianggap sebagai gangguan sampingan, melainkan bagian dari ancaman sistematis terhadap kedaulatan pemilih . Ia menyoroti peran media sosial sebagai panggung utama penyebaran isu SARA dan hoaks, di mana konten-konten provokatif sering kali menyamar sebagai informasi biasa .

"Jangan sampai perbedaan pilihan politik kemudian dibungkus dengan narasi agama atau suku tertentu. Ini sangat berbahaya. Komunitas Bersama Untuk Negeri harus menjadi garda terdepan dalam menangkal narasi-narasi semacam itu, terutama di kalangan masyarakat yang rentan terpapar hoaks dan ujaran kebencian," tambah Natalis .

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komunitas Bersama Untuk Negeri, Aswar Nasir, menyatakan komitmennya untuk aktif berperan dalam memerangi hoaks dan mendukung konsolidasi demokrasi. Ia menyambut baik inisiatif Bawaslu dan menegaskan bahwa komunitasnya siap menjadi mitra strategis dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya informasi yang akurat dan menjaga persatuan .

"Kami sangat mengapresiasi langkah Bawaslu yang terus menggandeng elemen masyarakat. Komunitas Bersama Untuk Negeri berkomitmen untuk ikut serta dalam upaya pencegahan, terutama dengan memberikan pemahaman kepada anggota dan masyarakat luas agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan," ujar Aswar Nasir.

Kegiatan konsolidasi ini merupakan kelanjutan dari berbagai upaya serupa yang telah dilakukan Bawaslu Berau bersama elemen masyarakat lainnya, seperti partai politik dan organisasi kepemudaan, guna menciptakan iklim demokrasi yang sehat, damai, dan berintegritas di Kabupaten Berau . Kedua pihak sepakat untuk menjalin kerja sama yang lebih erat melalui berbagai kegiatan edukasi dan advokasi kepada masyarakat.

 

bawaslu berau