Dari Sekolah untuk Demokrasi, Bawaslu Berau dan Cabang Disdik Wilayah VI Perkuat Kolaborasi
|
Tanjung Redeb - Membangun demokrasi yang kuat bisa dimulai dari ruang kelas. Semangat itulah yang mendorong Bawaslu Kabupaten Berau menjalin kerja sama dengan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur Wilayah VI Berau. (03/08/2026)
Kolaborasi tersebut dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama tentang Pendidikan Politik dan Demokrasi serta Sosialisasi Pengawasan Partisipatif dalam Pelaksanaan Pemilu Serentak Tahun 2029.
Melalui kerja sama ini, Bawaslu Berau ingin membawa pendidikan kepemiluan semakin dekat dengan generasi muda. Pelajar tidak hanya diperkenalkan pada proses Pemilu, tetapi juga didorong untuk memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara serta berani mengambil bagian dalam menjaga demokrasi.
Ketua Bawaslu Kabupaten Berau, Ira Kencana, mengatakan lingkungan pendidikan memiliki posisi penting dalam membentuk generasi yang sadar dan peduli terhadap masa depan demokrasi.
“Lingkungan pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang sadar demokrasi, memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, serta berani berpartisipasi dalam mengawal proses Pemilu. Melalui kerja sama ini, kami berharap pendidikan kepemiluan dapat dilaksanakan secara terarah dan berkelanjutan menuju Pemilu 2029,” ujar Ira Kencana.
Menurut Ira, menjaga kualitas demokrasi bukan pekerjaan Bawaslu semata. Keterlibatan sekolah, tenaga pendidik, pelajar, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun pengawasan Pemilu yang lebih luas.
“Dari sekolah, kita ingin menumbuhkan pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas. Generasi muda juga perlu memiliki keberanian untuk menolak politik uang, hoaks, politisasi identitas, serta berbagai bentuk pelanggaran Pemilu lainnya,” tambahnya.
Kerja sama tersebut akan dijalankan melalui berbagai kegiatan edukatif, mulai dari sosialisasi, seminar, kegiatan ilmiah, pembinaan kader pengawas partisipatif hingga pendidikan kepemiluan yang melibatkan satuan pendidikan.
Bagi Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Berau, pendidikan demokrasi juga sejalan dengan upaya membangun karakter peserta didik. Pelajar diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tumbuh menjadi warga negara yang bertanggung jawab.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur Wilayah VI Berau, Ahmadong, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, nilai-nilai demokrasi perlu dikenalkan kepada peserta didik dengan cara yang dekat dan mudah dipahami.
“Pendidikan demokrasi sangat relevan diberikan kepada peserta didik. Mereka tidak hanya membutuhkan pengetahuan akademik, tetapi juga perlu memahami nilai kejujuran, tanggung jawab, toleransi, dan partisipasi sebagai warga negara,” ungkap Ahmadong.
Ia berharap perjanjian kerja sama tersebut tidak berhenti pada dokumen, tetapi benar-benar diwujudkan melalui kegiatan yang menarik dan memberikan dampak langsung bagi para pelajar.
“Kami berharap kerja sama ini dapat ditindaklanjuti melalui berbagai kegiatan edukatif di satuan pendidikan. Dengan pemahaman yang benar, para pelajar dapat tumbuh menjadi generasi yang ikut menjaga Pemilu agar berlangsung jujur, adil, dan bermartabat,” lanjutnya.
Selain memperkuat literasi kepemiluan, kolaborasi ini juga menjadi langkah pencegahan terhadap berbagai potensi pelanggaran Pemilu. Para pelajar nantinya dapat belajar mengenai bahaya politik uang, penggunaan media sosial secara bertanggung jawab, pentingnya memeriksa kebenaran informasi, serta cara berpartisipasi dalam pengawasan Pemilu.
Perjanjian kerja sama tersebut berlaku selama empat tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Pelaksanaannya akan dipantau dan dievaluasi secara berkala agar setiap program benar-benar memberikan manfaat.
Lewat kolaborasi ini, Bawaslu Berau dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI ingin memastikan demokrasi tidak hanya dibicarakan ketika Pemilu berlangsung. Demokrasi perlu dipelajari, dipahami, dan dibiasakan sejak dini, dan sekolah menjadi salah satu tempat terbaik untuk memulainya.
Penulis & Foto : R. Edi