Lompat ke isi utama

Berita

Kolaborasi untuk Demokrasi, Bawaslu Berau dan Yayasan SALUT Nabila Rahadatul Perkuat Pengawasan Partisipatif

Bawaslu Berau

Foto Bersama Anggota Bawaslu Berau Natalis Lapang Wada usai menyampaikan Materi

Tanjung Redeb - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Berau terus memperluas ruang edukasi demokrasi kepada masyarakat. Anggota Bawaslu Kabupaten Berau, Natalis Lapang Wada, melaksanakan Sosialisasi Pendidikan Politik dan Pengawasan Partisipatif bersama Yayasan SALUT Nabila Rahadatul, yang berlangsung di Hotel Mercure Berau, Sabtu (08/08/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Bawaslu Kabupaten Berau dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pendidikan politik sekaligus mendorong keterlibatan aktif publik dalam mengawal proses demokrasi dan penyelenggaraan Pemilu maupun Pemilihan.

Dalam penyampaian materinya, Natalis Lapang Wada menekankan bahwa keberhasilan pengawasan Pemilu tidak hanya bergantung pada kerja kelembagaan Bawaslu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat secara luas.

Menurutnya, masyarakat memiliki posisi strategis sebagai bagian dari pengawasan partisipatif. Dengan pemahaman politik yang baik, masyarakat diharapkan mampu mengenali berbagai bentuk pelanggaran, memahami hak dan kewajiban politiknya, serta berani mengambil peran dalam menjaga kualitas demokrasi.

Natalis Lapang Wada

“Pengawasan Pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu. Partisipasi masyarakat merupakan kekuatan penting dalam memastikan setiap proses demokrasi berjalan secara jujur, adil, transparan, dan berintegritas,” ujar Natalis.

Melalui forum tersebut, peserta juga diajak memahami pentingnya membangun budaya politik yang sehat, menolak praktik-praktik yang dapat mencederai demokrasi, serta meningkatkan kepedulian terhadap berbagai potensi pelanggaran dalam setiap tahapan Pemilu dan Pemilihan.

Natalis juga mendorong peserta agar tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi turut berperan sebagai agen edukasi demokrasi di lingkungan masing-masing. Dengan semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya pengawasan partisipatif, ruang terjadinya pelanggaran diharapkan dapat semakin diminimalisir.

Kolaborasi bersama Yayasan SALUT Nabila Rahadatul ini sekaligus menjadi ruang strategis bagi Bawaslu Kabupaten Berau untuk memperluas jejaring pengawasan partisipatif serta membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat.

Bawaslu Kabupaten Berau berharap kegiatan pendidikan politik seperti ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat, sehingga kesadaran untuk ikut mengawasi proses demokrasi tumbuh menjadi gerakan bersama.

Melalui semangat “Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu”, Bawaslu Kabupaten Berau berkomitmen untuk terus menghadirkan edukasi yang inklusif serta mendorong terciptanya masyarakat yang semakin kritis, sadar politik, dan aktif dalam menjaga demokrasi.

Penulis : R. Edi

Foto : Ist