Merawat Demokrasi dari Ruang Pemuda, Natalis L. Wada Bangun Konsolidasi bersama Kepemudaan Kristen
|
Tanjung Redeb - Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Berau, Natalis L. Wada, melaksanakan Audiensi dan Konsolidasi Demokrasi bersama pimpinan Organisasi Kepemudaan Kristen, Jumat, 31 Juli 2026, bertempat di Sekretariat Kepemudaan Kristen.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Bawaslu Kabupaten Berau memperluas ruang dialog serta memperkuat keterlibatan kelompok kepemudaan dalam menjaga kualitas demokrasi di Kabupaten Berau.
Dalam audiensi tersebut, Natalis L. Wada menyampaikan pentingnya membangun kolaborasi antara lembaga pengawas pemilu dan organisasi kepemudaan. Generasi muda dinilai memiliki posisi strategis karena tidak hanya menjadi kelompok pemilih dengan jumlah yang besar, tetapi juga berperan sebagai penggerak informasi, pendidikan politik, dan pengawasan sosial di tengah masyarakat.
Konsolidasi demokrasi ini turut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawal setiap tahapan demokrasi, termasuk mencegah politik uang, penyebaran informasi bohong, politisasi identitas, serta berbagai bentuk pelanggaran yang dapat merusak kualitas pemilu.
Menurut Natalis, demokrasi yang sehat tidak dapat hanya dibangun oleh penyelenggara pemilu. Diperlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan, untuk menciptakan proses politik yang jujur, adil, damai, dan bertanggung jawab.
Organisasi kepemudaan juga diharapkan dapat menjadi mitra strategis Bawaslu dalam menyampaikan pendidikan demokrasi kepada masyarakat, khususnya kepada pemilih muda. Melalui jaringan komunitas yang dimiliki, organisasi kepemudaan dapat berkontribusi dalam membangun kesadaran masyarakat agar berani menolak praktik politik yang mencederai integritas pemilu.
Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh keakraban. Sejumlah pandangan mengenai tantangan demokrasi, peran generasi muda, serta pentingnya menjaga kerukunan di tengah perbedaan pilihan politik turut menjadi bagian dari pembahasan.
Audiensi tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi kelembagaan antara Bawaslu Kabupaten Berau dan organisasi kepemudaan Kristen. Komunikasi yang berkelanjutan dinilai penting agar berbagai program pendidikan politik dan pengawasan partisipatif dapat dilaksanakan secara lebih luas dan menyentuh langsung masyarakat.
Bawaslu Kabupaten Berau memandang keberagaman sebagai kekuatan dalam kehidupan demokrasi. Perbedaan latar belakang, keyakinan, organisasi, maupun pilihan politik harus dikelola dengan semangat persatuan, saling menghormati, dan menjunjung tinggi kepentingan bersama.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Berau berharap organisasi kepemudaan Kristen dapat turut menjadi bagian dari gerakan pengawasan partisipatif. Generasi muda diharapkan tidak hanya hadir sebagai pemilih, tetapi juga menjadi pelopor demokrasi yang kritis, berintegritas, serta mampu menyampaikan informasi yang benar dan mencerdaskan.
Audiensi dan konsolidasi demokrasi tersebut menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem pengawasan yang inklusif. Bawaslu Kabupaten Berau berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan organisasi masyarakat, komunitas, tokoh agama, kelompok pemuda, dan seluruh elemen masyarakat.
Dengan semakin luasnya keterlibatan publik, demokrasi di Kabupaten Berau diharapkan tidak hanya berjalan sebagai proses elektoral, tetapi tumbuh menjadi budaya bersama yang menjunjung kejujuran, keadilan, persatuan, dan tanggung jawab.
Penulis : R. Edi
Foto : Ist