Lompat ke isi utama

Berita

Ngabuburit Pengawasan, Bawaslu Berau Hadirkan Ustadz Saipul Rahman Bahas Menjaga Integritas di Tengah Badai Disinformasi

Bawaslu Berau

Ketua dan Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Berau Ira Kencana dan H.Jamhari menemani Ustadz Saipul Rahman pada Ngaburit Pengawasan bertempat di Kantor Bawaslu Kabupaten Berau.

Berau, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Berau kembali menggelar agenda rutin "Ngabuburit Pengawasan" secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting. Kali ini, Bawaslu Berau menghadirkan sosok yang dikenal luas di masyarakat Bumi Batiwakkal, Ustadz Saipul Rahman, M.Sc. , sebagai narasumber untuk membahas tema yang sangat relevan dengan dinamika demokrasi saat ini, yaitu "Menjaga Integritas Pengawasan di Tengah Badai Disinformasi," pada hari senin (09/03/2026).

Kegiatan yang berlangsung sore hari menjelang waktu berbuka puasa ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), pengawas partisipatif, mahasiswa, komunitas pemuda, hingga masyarakat umum yang antusias mengikuti diskusi.

Dalam pemaparannya, Ustadz Saipul Rahman menekankan bahwa menjaga integritas di era disinformasi adalah tantangan terbesar bagi para pengawas pemilu. Ia membagikan pengalaman pribadinya dalam menghadapi berbagai isu dan tuduhan yang pernah dialamatkan kepadanya selama menjabat sebagai Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal.

"Saya sudah lalui itu. Diperiksa sana-sini. Dengan bekerja sesuai aturan, saya yakin," ujar Saipul menceritakan pengalamannya saat menghadapi berbagai laporan dan tuduhan, termasuk pembentukan Pansus oleh DPRD Berau pada 2021 yang akhirnya tidak terbukti dan tidak berujung pada pemberhentian dirinya .

Ia menceritakan bagaimana pada masa lalu dirinya pernah dilaporkan atas dugaan keterlibatan dalam politik praktis hanya karena berkunjung ke kediaman almarhum Bupati Muharram untuk mendoakan orang tua. Saat itu, Saipul dengan tegas meminta bukti dan menyatakan siap dicopot jika terbukti bersalah. "Tapi memang saat itu tidak terbukti. Karena, saya datang ke kediaman almarhum, murni sebagai anak yang mendoakan orang tuanya. Tidak bermaksud yang lain," tegasnya

Saipul menyoroti bahwa dalam era digital saat ini, disinformasi tidak hanya berpotensi mengganggu jalannya pemilu, tetapi juga dapat menjadi alat pembunuhan karakter (character assassination) bagi seseorang.

Pengalamannya dilaporkan oleh dua orang yang mengatasnamakan Dewan Pengawas Perumda Air Minum Batiwakkal menjadi contoh nyata bagaimana informasi yang tidak benar dapat merusak reputasi seseorang. Dalam kasus tersebut, kuasa hukum Saipul Rahman, yang didampingi oleh Bambang Widjojanto (mantan pimpinan KPK), melaporkan balik kedua pihak tersebut dengan tuduhan pencemaran nama baik dan tuduhan palsu berdasarkan Pasal 317 KUHP serta Pasal 27 Ayat 3 UU ITE .

"Laporan dan tuduhan itu kami nilai sangat bersifat mengada-ada serta memiliki dimensi politik yang lebih menonjol," ungkap Bambang Widjojanto saat itu, yang dikutip oleh Saipul dalam diskusi .

Menurut Saipul, penting bagi Bawaslu dan seluruh aparatur pengawas untuk memiliki ketahanan dalam menghadapi badai disinformasi. "Saya sudah lalui itu. Diperiksa sana-sini. Dengan bekerja sesuai aturan, saya yakin tidak akan ada yang bisa menjerat. Kunci utamanya adalah integritas dan ketaatan pada aturan," pesannya kepada para peserta

Ketua Bawaslu Berau, Ira Kencana, yang hadir dalam diskusi tersebut menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Ustadz Saipul Rahman atas kesediaannya berbagi pengalaman dan wawasan.

"Kami sangat berterima kasih kepada Ustadz Saipul yang telah meluangkan waktu di tengah kesibukan beliau. Pengalaman beliau dalam menghadapi berbagai isu dan tuduhan menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, terutama dalam menjaga integritas sebagai pengawas pemilu di tengah gempuran informasi yang tidak selalu benar," ujar Ira.

Ira menambahkan bahwa tema disinformasi menjadi sangat krusial menjelang tahapan Pemilu 2029. "Badai disinformasi ini nyata. Kami di Bawaslu harus terus meningkatkan kapasitas dalam melakukan verifikasi dan klarifikasi informasi. Jangan sampai kami ikut terbawa arus informasi yang tidak valid," tegasnya.

Menutup diskusi, Ustadz Saipul Rahman mengajak seluruh peserta untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum meningkatkan ketakwaan dan integritas. "Kita semua, baik sebagai pengawas pemilu, penyelenggara, maupun masyarakat, memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga demokrasi yang sehat. Di bulan yang penuh berkah ini, mari kita perkuat niat, perkuat integritas, dan jangan mudah terpengaruh dengan informasi yang belum jelas kebenarannya," pesannya.

Ia juga mengingatkan pentingnya literasi digital bagi masyarakat Berau. "Jangan langsung percaya dan menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Cek, ricek, pastikan kebenarannya. Karena satu informasi yang salah bisa merusak nama baik seseorang yang telah dibangun bertahun-tahun," tutup Saipul. 

bawaslu berau

Penulis dan Editor :

Humas Bawaslu Kabupaten Berau