Ngabuburit Pengawasan Bawaslu Berau Vol III
|
Berau, Memasuki pekan kedua Ramadan, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Berau kembali menggelar agenda "Ngabuburit Pengawasan" secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting. Mengangkat tema yang sangat relevan dengan perkembangan politik kekinian, diskusi kali ini membahas tentang bahaya kampanye hitam (black campaign) dalam kontestasi pemilu. Ketua Bawaslu Berau, Ira Kencana, hadir sebagai narasumber tunggal untuk mengupas tuntas fenomena tersebut di hadapan puluhan peserta yang terdiri dari mahasiswa, aktivis pemuda, dan masyarakat umum.
Kegiatan yang berlangsung sore hari menjelang waktu berbuka puasa ini sengaja digelar secara daring untuk memudahkan partisipasi masyarakat di tengah kesibukan berpuasa. Ira Kencana membuka diskusi dengan memaparkan bahwa kampanye hitam merupakan salah satu bentuk pelanggaran serius yang dapat merusak tatanan demokrasi, karena tidak mendasarkan diri pada visi-misi atau program kerja, melainkan pada fitnah dan kebencian.
"Kampanye hitam ini berbeda dengan kampanye negatif. Kampanye negatif masih bisa ditoleransi karena biasanya berdasarkan fakta atau kelemahan lawan yang riil. Sedangkan kampanye hitam adalah penyebaran informasi palsu, fitnah, atau kebohongan yang sengaja direkayasa untuk membunuh karakter seseorang. Ini kejahatan demokrasi yang harus kita lawan bersama," tegas Ira Kencana di hadapan para peserta daring, Senin (02/03/2026) .
Mengacu pada pengalaman pengawasan Pilkada 2024 lalu, Ira menjelaskan bahwa modus kampanye hitam semakin canggih seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi. Ia menyoroti bahwa ruang digital seperti media sosial, aplikasi pesan instan, dan platform berbagi video menjadi ladang subur bagi penyebaran konten-konten provokatif yang sulit dilacak sumbernya.
"Dulu kampanye hitam mungkin dilakukan melalui selebaran atau spanduk liar. Sekarang, cukup dengan satu akun anonim, fitnah bisa menyebar dalam hitungan menit ke ribuan orang. Ini tantangan besar bagi Bawaslu, karena kami harus bergerak cepat melawan disinformasi sebelum menjadi opini publik yang masif," ujarnya.
Ira Kencana menegaskan komitmen Bawaslu Berau untuk terus memperkuat pengawasan di ruang siber. Pihaknya telah menjalin koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian dan Kementerian Komunikasi dan Informatika, untuk menindak konten-konten yang terbukti mengandung unsur kampanye hitam, ujaran kebencian, dan hoaks.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk menjadi pemilih yang cerdas dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Menurutnya, budaya literasi digital harus terus ditumbuhkan, terutama di kalangan generasi muda yang merupakan pengguna aktif internet.
"Jangan langsung percaya dan menyebarkan informasi yang belum tentu benar, apalagi yang isinya menjatuhkan seseorang. Cek dulu kebenarannya, cari sumber beritanya, dan lihat apakah informasi itu berasal dari akun resmi atau tidak. Jika menemukan konten yang diduga kampanye hitam, masyarakat bisa melaporkannya melalui kanal aduan yang telah disediakan Bawaslu," imbaunya, mengulang pesan serupa yang pernah disampaikan dalam berbagai kesempatan sosialisasi di 13 kecamatan se-Kabupaten Berau .
Ira Kencana juga mengingatkan bahwa pelaku kampanye hitam tidak hanya bisa dikenakan sanksi pidana pemilu, tetapi juga terjerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga kondusivitas ruang digital selama tahapan pemilu berlangsung.
Menutup diskusi, Ira Kencana berharap kegiatan ngabuburit virtual seperti ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengawasan partisipatif. Ia menegaskan bahwa Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan warga.
"Kami ingin masyarakat menjadi mata dan telinga Bawaslu di lingkungan masing-masing. Laporkan jika ada indikasi pelanggaran, termasuk kampanye hitam. Dengan begitu, kita bisa mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat, serta bebas dari hoaks dan fitnah," tutupnya.
Humas Bawaslu Kabupaten Berau