Perkuat Literasi Politik di Sekolah, Bawaslu Berau Gandeng Cabdisdik Wilayah VI Kawal Pemilih Pemula
|
TANJUNG REDEB – Kesadaran politik sejak dini menjadi kunci utama lahirnya demokrasi yang berkualitas. Menyadari hal tersebut, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Berau melakukan langkah proaktif dengan menggelar audiensi koordinasi dan sinergi bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur melalui Kantor Cabang Dinas (Cabdisdik) Wilayah VI pada Rabu (28/01/2026).
Pertemuan yang berlangsung di kantor Cabdisdik Wilayah VI ini dihadiri oleh Ketua Bawaslu Berau, Ira Kencana, didampingi dua Anggota Bawaslu Berau, Tamjidillah Noor dan Natalis L. Wada, serta jajaran staf sekretariat. Kehadiran pimpinan Bawaslu Berau ini disambut langsung oleh Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI, Ahmadong.
Membangun Kesadaran Kritis di Ruang Kelas Audiensi ini bukan sekadar pertemuan formalitas birokrasi, melainkan sebuah misi strategis untuk menanamkan nilai-nilai pengawasan partisipatif di tingkat SMA, SMK, dan sekolah sederajat. Fokus utamanya adalah membekali para pemilih pemula dengan pemahaman bahwa peran mereka dalam Pemilihan bukan hanya sebatas memberikan suara di bilik suara, tetapi juga memastikan prosesnya jujur dan adil.
Ketua Bawaslu Berau, Ira Kencana, menegaskan bahwa pemilih pemula memiliki karakteristik yang idealis dan sangat melek teknologi. "Potensi ini harus kita arahkan. Kita ingin para siswa tidak hanya menjadi objek politik atau sasaran empuk berita hoaks dan politik uang, melainkan menjadi subjek yang kritis," tuturnya.
Pendidikan Politik sebagai Tameng Anti-Money Politics Hasil diskusi mendalam dalam audiensi tersebut melahirkan kesepakatan bersama mengenai pentingnya program pendidikan politik yang terstruktur di sekolah-sekolah. Beberapa poin edukatif yang akan didorong dalam sinergi ini meliputi:
Pengenalan Hak dan Kewajiban: Memberikan pemahaman bahwa setiap suara memiliki dampak besar bagi kebijakan daerah selama lima tahun ke depan.
Identifikasi Pelanggaran: Mengedukasi siswa mengenai apa yang dimaksud dengan politik uang, kampanye hitam, dan netralitas ASN di lingkungan sekolah.
Pelaporan Partisipatif: Mengajarkan cara melaporkan dugaan pelanggaran melalui kanal resmi Bawaslu secara berani dan bertanggung jawab.
Dukungan Penuh dari Sektor Pendidikan Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI, Ahmadong, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Bawaslu Berau. Ia menyatakan bahwa kolaborasi ini sangat sejalan dengan penguatan karakter siswa.
"Sekolah adalah laboratorium demokrasi. Kami siap memfasilitasi agar program pendidikan politik ini menjangkau seluruh siswa SMA dan SMK di Berau. Kami ingin lulusan sekolah kita tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga cerdas sebagai warga negara," tegas Ahmadong.
Menyongsong Pemilihan yang Bersih Melalui sinergi ini, Bawaslu Berau berharap dapat mempersempit ruang gerak pelanggaran pemilihan di wilayah Kabupaten Berau. Dengan ribuan pemilih pemula yang tersebar di berbagai kecamatan, keterlibatan aktif siswa diharapkan mampu menjadi "mata dan telinga" Bawaslu dalam menjaga integritas pemilihan.
Pertemuan ini ditutup dengan komitmen kedua belah pihak untuk segera menyusun jadwal sosialisasi terpadu yang akan melibatkan tenaga pendidik dan para siswa sebagai agen perubahan demokrasi di Bumi Batiwakkal.
Foto & Penulis : R. Edi