Perkuat Pengawasan Luar Tahapan, Bawaslu Berau Gelar Sosialisasi Pendidikan Politik di Kampus Poltek Sinarmas Berau Coal
|
TANJUNG REDEB – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Berau terus bergerak aktif memperluas jangkauan pengawasan masyarakat. Bertempat di kampus Politeknik Sinarmas Berau Coal, Bawaslu menggelar agenda strategis guna memastikan nilai-nilai demokrasi tetap terjaga meski sedang tidak dalam masa kompetisi politik.
Sebagai upaya penguatan demokrasi dan pengawasan pemilu di luar tahapan penyelenggaraan, digelar kegiatan sosialisasi pendidikan politik dan pengawasan partisipatif bagi mahasiswa Kabupaten Berau. Langkah ini diambil sebagai bentuk pencegahan dini serta komitmen Bawaslu dalam membangun ekosistem politik yang sehat dan berintegritas di Bumi Batiwakkal.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan Bawaslu Kabupaten Berau, yakni Ketua Bawaslu Ira Kencana, S.Pd., M.A.P., bersama anggota Komisioner Tamjidillah Noor, S.H., M.H., dan Natalis Lapang Wada, S.H. Sinergi ini disambut hangat oleh pihak kampus, di mana acara dibuka secara resmi oleh Direktur Politeknik Sinarmas Berau Coal, Bapak Kris Adi Nugraha, S.Mn., M.M., CSCA, CPLM.
Edukasi Bertahap: Dari Civitas hingga Mahasiswa
Sosialisasi ini dikemas secara komprehensif melalui dua sesi utama. Sesi pertama diawali dengan diskusi bersama jajaran civitas akademika mengenai peran kampus dalam menjaga netralitas. Memasuki sesi kedua yang merupakan acara inti bersama mahasiswa, Ketua Bawaslu Berau, Ira Kencana, memberikan arahan yang tegas mengenai peran krusial generasi muda.
Jajaran Komisioner Bawaslu Kabupaten Berau menyampaikan materi terkait pentingnya pengawasan pemilu yang tidak hanya berfokus pada tahapan penyelenggaraan, tetapi juga pada upaya pencegahan pelanggaran serta peningkatan literasi politik bagi generasi muda. Materi juga mencakup hak dan kewajiban masyarakat dalam mendukung proses demokrasi yang bersih, adil, dan transparan.
Dalam penyampaian materinya, Ira Kencana menekankan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral sebagai kaum intelektual dalam mengawal proses demokrasi.
"Mahasiswa adalah kekuatan besar dalam pengawasan partisipatif. Kami ingin mahasiswa tidak hanya sekadar datang ke TPS untuk mencoblos, tetapi juga berani bersuara dan melaporkan jika melihat adanya indikasi pelanggaran di sekitarnya. Pengawasan di luar tahapan ini adalah kunci untuk memastikan tidak ada celah bagi praktik politik yang tidak sehat," tegas Ira di hadapan para mahasiswa.
Membangun Kesadaran Sejak Dini
Selain pemaparan dari Ketua Bawaslu, Komisioner Tamjidillah Noor dan Natalis Lapang Wada juga memberikan pembekalan teknis mengenai regulasi dan cara melaporkan dugaan pelanggaran. Mahasiswa didorong untuk menjadi penyaring informasi agar berita bohong (hoaks) terkait pemilu tidak merusak kerukunan warga Berau.
Direktur Poltek Simas Berau Coal, Kris Adi Nugraha, mengapresiasi inisiatif ini. Menurutnya, pemahaman mengenai pengawasan di luar tahapan pemilu sangat krusial agar mahasiswa memiliki kesiapan mental dan pengetahuan yang matang.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir semangat baru dari mahasiswa Politeknik Sinarmas Berau Coal untuk mewujudkan demokrasi yang bersih, jujur, dan adil di Kabupaten Berau, serta dapat meningkatkan kesadaran dan kapasitas mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat yang aktif berperan dalam memperkuat tatanan demokrasi dan menjamin kelancaran serta kredibilitas proses pemilu di Kabupaten Berau.
Penulis & Foto : R. Edi