Bawaslu Berau Kukuhkan Komitmen Pengawasan Partisipatif melalui Konsolidasi Demokrasi dan Sosialisasi Lomba Debat di UT SALUT
|
BERAU – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Berau terus mengintensifkan langkah strategis dalam memperkuat pilar demokrasi di wilayah Kalimantan Timur. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut terlihat dalam gelaran kegiatan Konsolidasi Demokrasi yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Lomba Debat Ke-VI Antar Perguruan Tinggi Se-Indonesia Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kantor SALUT Universitas Terbuka (UT) Berau pada hari Sabtu (04/07/2027). menjadi ajang penting bagi para pemangku kepentingan untuk menyamakan visi dan misi menjelang pesta demokrasi mendatang.
Hadir secara langsung dalam forum tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Berau, Ira Kencana, bersama dengan Anggota Bawaslu Kabupaten Berau, Tamjidillah Noor, serta jajaran staf pengawas pemilu. Kehadiran para pimpinan lembaga pengawas ini disambut antusias oleh pengurus dan mahasiswa UT SALUT Berau, yang dinilai sebagai representasi dari generasi muda intelektual yang memiliki peran krusial dalam menjaga kualitas demokrasi di tanah air.
Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kabupaten Berau, Ira Kencana, menyampaikan bahwa kegiatan konsolidasi ini dirancang untuk membahas sejumlah isu krusial yang berkembang seiring dengan dinamika regulasi kepemiluan di Indonesia. Pembahasan utama menyentuh mengenai pemisahan penyelenggaraan Pemilu Nasional dan Pemilu Lokal. Menurut Ira, hal ini merupakan respons dari perkembangan regulasi yang mengharuskan adanya penyesuaian teknis dan strategis agar pelaksanaan pemilu tetap bersifat efisien dan efektif.
"Kami juga memberikan penjelasan mendalam terkait Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengatur tentang pemisahan antara Pemilu Nasional dan Pemilu Lokal. Tentunya, putusan ini membawa implikasi besar terhadap tata kelola demokrasi di Indonesia, baik dari sisi logistik, tahapan, hingga peningkatan kewaspadaan terhadap potensi kerawanan di lapangan," tegas Ira Kencana di hadapan para peserta.
Di sisi lain, Anggota Bawaslu Kabupaten Berau, Tamjidillah Noor, menggarisbawahi pentingnya upaya kolektif dalam mencegah penyebaran isu, disinformasi, dan hoaks yang kian masif di media sosial. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk mengedepankan literasi digital yang mumpuni dan selalu merujuk pada informasi yang bersumber dari lembaga resmi.
"Jangan sampai kita terpecah oleh berita bohong. Kami di Bawaslu terus berupaya melakukan pencegahan, namun partisipasi aktif dari teman-teman mahasiswa sangat diperlukan. Jadilah penyaring informasi yang sehat dan kritis," ujar Tamjidillah.
Momentum sosialisasi ini juga dimanfaatkan oleh Bawaslu Kabupaten Berau untuk mengenalkan lebih dekat ajang Kompetisi Debat Ke-VI Antar Perguruan Tinggi Se-Indonesia Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bawaslu RI. Ketua Bawaslu Kabupaten Berau, Ira Kencana, menyampaikan harapannya agar mahasiswa UT SALUT Berau dapat berpartisipasi aktif.
"Lomba debat ini bukan sekadar ajang adu argumentasi, tetapi juga wadah untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap penegakan hukum pemilu. Kami ingin mendorong partisipasi generasi muda dalam pengawasan demokrasi, sekaligus mewujudkan generasi yang kritis, berwawasan hukum, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap penyelenggaraan kepemiluan," tutup Ira.
Dari hasil diskusi yang berlangsung hangat dan interaktif, terjalin komitmen kuat antara Bawaslu Kabupaten Berau dan UT SALUT Berau. Kedua belah pihak sepakat untuk memperkuat pendidikan demokrasi dan pengawasan partisipatif di lingkungan perguruan tinggi. Pengurus UT SALUT Berau menyambut baik sosialisasi ini dan menyatakan dukungan penuh terhadap ajang Lomba Debat Ke-VI, seraya berjanji akan memfasilitasi mahasiswa yang berminat untuk berkompetisi.
Para mahasiswa yang hadir pun diberikan pemahaman bahwa mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang aktif dalam menangkal hoaks, menolak praktik politik uang, serta ikut mengawal penyelenggaraan pemilu yang berintegritas. Dukungan dari sivitas akademika ini diyakini akan memperkuat gerakan pengawasan partisipatif di tingkat lokal.
Kegiatan Konsolidasi Demokrasi yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Lomba Debat Ke-VI ini menjadi bukti nyata komitmen Bawaslu Kabupaten Berau dalam memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan. Sinergi yang terbangun diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran hukum, tetapi juga memperkuat pengawasan partisipatif serta membentuk generasi muda yang kritis, berintegritas, dan berperan aktif dalam menjaga kualitas demokrasi.
Humas Bawaslu Kabupaten Berau