Bawaslu Berau Konsolidasi Demokrasi dengan Ikatan Keluarga Madura Berau (IKMB), Tamjidillah Noor: Sinergi Masyarakat Kunci Pemilu Damai
|
Berau, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Berau terus memperluas jangkauan konsolidasi demokrasi dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Kali ini, Bawaslu Berau menggelar pertemuan konsolidasi bersama pengurus dan anggota Ikatan Keluarga Madura Berau (IKMB). Kegiatan yang berlangsung pada hari Selasa, (12/05/2026), bertempat di rumah kediaman Ketua IKMB, dipimpin langsung oleh Anggota Bawaslu Berau, Tamjidillah Noor, didampingi oleh Koordinator Sekretariat Bawaslu Berau, H. Jamhari, serta diikuti oleh sejumlah staf Bawaslu Berau.
Dalam sambutannya, Anggota Bawaslu Berau, Tamjidillah Noor, menegaskan bahwa konsolidasi demokrasi tidak akan berhasil tanpa melibatkan seluruh komponen masyarakat tanpa kecuali. Ia menyebut bahwa masyarakat Madura di Berau telah lama menjadi bagian penting dari mozaik kebudayaan dan kehidupan sosial politik di Bumi Batiwakkal.
“Ikatan Keluarga Madura Berau adalah mitra strategis bagi kami. Masyarakat Madura dikenal dengan semangat gotong royong, loyalitas yang tinggi, dan keberanian menyuarakan kebenaran. Karakter inilah yang sangat kami butuhkan dalam mengawal demokrasi yang bersih dan berintegritas. Bawaslu tidak bisa bekerja sendirian. Kami butuh mata dan telinga dari seluruh komunitas, termasuk IKMB,” ujar Tamjidillah Noor dengan penuh semangat di hadapan para pengurus dan anggota IKMB yang hadir.
Ia juga mengingatkan bahwa dalam setiap pemilu, potensi kerawanan seperti politik uang, provokasi berbasis suku dan agama, serta penyebaran hoaks selalu mengintai. Untuk itu, peran serta organisasi kemasyarakatan seperti IKMB dalam mengedukasi warganya menjadi sangat menentukan.
Sementara itu, Koordinator Sekretariat Bawaslu Berau, H. Jamhari, memaparkan data hasil pengawasan pemilu sebelumnya yang dikumpulkan melalui Sistem Data Center. Ia menjelaskan bahwa data tersebut memuat berbagai temuan pelanggaran, tingkat partisipasi pemilih, serta kerawanan di setiap kecamatan.
“Kami tidak datang untuk menggurui atau menyalahkan. Kami datang untuk berbagi informasi. Dengan mengetahui pola pelanggaran yang sering terjadi, IKMB dapat membantu menyampaikan pesan-pesan pencegahan kepada warganya. Misalnya, daerah-daerah yang rawan politik uang, rawan provokasi, atau rawan golput. Ini semua perlu diketahui oleh akar rumput,” ujar H. Jamhari.
Lebih Lanjut menutup Pertemuan Tamjidillah Noor berharap bahwa konsolidasi dengan IKMB ini tidak berhenti pada satu pertemuan saja. Ia menginginkan adanya tindak lanjut yang konkret, seperti pembentukan kader-kader pengawas partisipatif dari kalangan pemuda Madura, serta forum komunikasi rutin menjelang setiap tahapan pemilu.
“Kami akan tindak lanjuti dengan undangan kepada IKMB untuk hadir dalam pelatihan-pelatihan yang kami adakan. Juga akan kami libatkan dalam kegiatan sosialisasi di kecamatan-kecamatan. Semakin banyak masyarakat yang sadar mengawasi, maka semakin kecil ruang bagi kecurangan,” tutup Tamjidillah Noor.
Humas Bawaslu Kabupaten Berau