Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Berau Konsolidasi dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Natalis Lapang Wada: Isu SARA Tidak Boleh Jadi Alat Politik Praktis

Bawaslu Berau

Anggota Bawaslu Kabupaten Berau Natalis Lapang Wada melaksanakan Konsolidasi Demokrasi dengan PSI Berau 

Berau, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Berau terus memperluas jangkauan konsolidasi demokrasi dengan melibatkan partai politik sebagai peserta pemilu. Kali ini, Bawaslu Berau menggelar rapat konsolidasi bersama pengurus dan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Berau. Kegiatan yang berlangsung pada hari Jumat, (22/05/2026), bertempat di Kantor Sekretariat PSI Kabupaten Berau, dipimpin oleh Anggota Bawaslu Berau, Natalis Lapang Wada, dan diikuti oleh sejumlah staf Bawaslu Berau.

Pertemuan ini difokuskan pada pembahasan mengenai ancaman isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) yang kerap muncul menjelang pelaksanaan pemilihan umum. PSI dipilih sebagai mitra konsolidasi karena partai ini memiliki basis massa yang didominasi oleh generasi muda dan dikenal dengan komitmennya terhadap politik yang berlandaskan pada ideologi Pancasila, toleransi, serta kebhinekaan.

Membuka diskusi, Anggota Bawaslu Kabupaten Berau, Natalis Lapang Wada, menegaskan bahwa partai politik memiliki peran yang sangat strategis dalam pencegahan isu SARA. Sebagai peserta pemilu, partai politik tidak hanya berkepentingan untuk memenangkan kontestasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga agar demokrasi tidak diwarnai oleh politisasi identitas yang memecah belah bangsa.

“Partai politik adalah garda terdepan dalam pencegahan isu SARA. Karena partai politik yang memiliki kader dan simpatisan di akar rumput. Jika partai politik tegas melarang kadernya bermain dengan isu SARA, maka provokasi tidak akan pernah berkembang. PSI dengan reputasinya sebagai partai yang inklusif dan berpihak pada kebhinekaan tentu memiliki posisi penting dalam hal ini,” ujar Natalis Lapang Wada di hadapan para pengurus dan kader PSI yang hadir.

Ia juga mengingatkan bahwa isu SARA bukan hanya merusak persatuan bangsa, tetapi juga dapat menjadi bumerang bagi partai politik itu sendiri. “Sejarah mencatat, partai yang bermain dengan isu SARA pada akhirnya justru ditinggalkan oleh masyarakat. Rakyat lelah dengan politik identitas. Mereka menginginkan pemimpin yang bekerja untuk kesejahteraan, bukan yang pintar memecah belah,” tegasnya.

Ketua DPC Partai Solidaritas Indonesia Kabupaten Berau yang hadir dalam konsolidasi tersebut menyampaikan apresiasinya kepada Bawaslu Berau yang secara proaktif mengundang partai politik untuk berdialog tentang isu SARA. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa Bawaslu tidak hanya berfungsi sebagai lembaga yang mengawasi dan menghukum, tetapi juga sebagai mitra yang membangun kesadaran bersama.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Natalis dan jajaran Bawaslu Berau yang telah datang ke sekretariat kami. Ini adalah bentuk perhatian yang luar biasa. PSI sejak awal berkomitmen untuk menolak politik identitas dan segala bentuk kampanye bermuatan SARA. Kami percaya bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk, dan kemajemukan itu adalah kekayaan, bukan kelemahan,” ujar Ketua DPC PSI Berau.

Ia juga menegaskan bahwa PSI akan memberikan sanksi tegas kepada kader atau calon legislatifnya yang terbukti menggunakan isu SARA dalam kampanye. “Kami memiliki kode etik partai yang jelas. Jika ada kader kami yang melanggar, kami tidak akan segan-segan untuk memberikan peringatan hingga pemecatan. Kami ingin berkontestasi secara sehat, mengedepankan gagasan, bukan menyerang lawan politik dengan isu-isu sensitif,” tegasnya.

Natalis Lapang Wada menutup konsolidasi dengan pesan inspiratif. Ia mengajak seluruh elemen partai politik untuk mengedepankan politik gagasan, bukan politik identitas. Menurutnya, masyarakat Indonesia sudah dewasa dan tidak ingin terus-menerus dihadapkan pada narasi-narasi yang memecah belah.

“Rakyat butuh solusi atas masalah mereka: harga kebutuhan pokok, lapangan kerja, pendidikan, dan kesehatan. Jangan biarkan isu SARA mengalihkan perhatian dari persoalan-persoalan riil yang dihadapi masyarakat. Mari kita jadikan pemilu sebagai ajang adu gagasan, bukan adu identitas. PSI telah menunjukkan komitmen yang baik hari ini. Kami berharap partai-partai lain juga melakukan hal yang sama,” pungkas Natalis.
 

Humas Bawaslu Kabupaten Berau