Kesekretariatan
Narahubung : (0554) 2035631
E-mail : set.berau.bawaslu.go.id
Tahapan Pemilu Saat ini :
Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP)

Kesekretariatan

Koordinator Sekretariat : 

Jamhari, S.Pd. M.AP


TUGAS & FUNGSI :

Berdasarkan Perbawaslu No 7 Tahun 2021 Sekretariat Bawaslu Kabupaten/Kota mempunyai tugas pemberian dukungan administrasi dan teknis operasional kepada Bawaslu Kabupaten/Kota serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.

  1. penyusunan rencana dan program kerja serta laporan kegiatan Bawaslu Kabupaten/Kota;
  2. pemberian dukungan administratif kepada Bawaslu Kabupaten/Kota;
  3. pelaksanaan perencanaan program administrasi kepegawaian, ketatausahaan, perlengkapan dan kerumahtanggaan, serta pengelolaan keuangan di lingkungan Bawaslu Kabupaten/Kota
  4. fasilitasi pelaksanaan pengawasan Pemilu, penanganan pelanggaran Pemilu, dan penyelesaian sengketa proses Pemilu;
  5. pelaksanaan advokasi hukum di bidang kepemiluan;
  6. pelayanan kegiatan pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data serta penyusunan laporan kegiatan Bawaslu Kabupaten/Kota; dan
  7. koordinasi dan pembinaan terhadap pelaksanaan tugas unit organisasi di lingkungan Sekretariat Bawaslu Kabupaten/Kota.


BIOGRAFI KOORDINATOR SEKRETARIAT : 

Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Berau yang namanya tidak asing khususnya di kalangan dunia Pendidikan Kabupaten Berau. Bernama lengkap Jamhari  merupakan anak bungsu kelahiran Bondowoso 13 Juni 1980. Lahir dari pasangan Abdurrahman dan Sulamah dengan  orang tua yang berlatar belakang tokoh agama, Jamhari tumbuh dalam lingkungan keluarga yang mencintai dunia agama dan  pesantren, sang ayah merupakan tokoh agama sedangkan ibunya merupakan seorang pedagang untuk menopang ekonomi keluarga.

Saat sekolah dasar, ia menimba ilmu di SD Negeri 01 Mandiro Bondowoso lulus tahun 1993, sempat menganggur selama satu tahun kemudian melanjutkan pendidikan tingkat selanjutnya di MTs Negeri II Jember lulus pada tahun 1997, setelah itu ia melanjutkan pendidikan di MAN 2 Jember,yang menjadi salah satu sekolah favorit di Jember. 

Baru masuk kelas X dirinya sudah menjadi idola di sekolah, ketika mengikuti seleksi lomba tafsir Al-Quran dan Hadist di sekolahnya untuk mewakili lomba tingkat SMA/MA dan Pesantren Se-Kabupaten Jember, ia dinobatkan sebagai juara I sehingga mampu bersaing dengan siswa dan santri seluruh Indonesia di Bukit Tinggi Sumatera Barat, selanjutnya di even-even lomba tingkat SLTA berikutnya dia di ikut sertakan mewakili  sekolahnya, diantaranya  lomba pidato tingkat SLTA dan SMA Se-Kota Jember dan keluar menjadi juara I, di Kabupaten Jember juga dia pernah ikut Lomba Jurnalistik, mendapatkan juara I sehingga ditunjuk sebagai pimpinan Redaksi Buletin Primavista. Namun setelah kelas XI di MAN 2 Jember dia diminta oleh orang tuanya untuk pindah ke Kabupaten Bondowoso. 

Sebagai siswa berprestasi, karier dan organisasinya tidak putus sampai disitu saja. Dikalangan guru dan Kepala Sekolah MAN Bondowoso sudah tercium prestasinya di sekolah lama sehingga ketika pemilihan ketua OSIS MAN Bondowoso dia diusulkan ikut kompetisi dan  terpilih sebagai ketua OSIS padahal baru masuk dua bulan disekolah tersebut, selanjutnya dia terpilih juga sebagai ketua Pramuka, dibidang  jurnalistik dia mendirikan Buletin yang diberi nama DIANSA yang sampai saat ini menjadi rujukan di MAN Bondowoso, untuk menampung bakat dan minat siswa yang senang menjelajah dia mendirikan Pecinta Alam Exparatif  dan pernah berhasil menaklukkan tujuh gunung dengan berjalan kaki lebih dari 100 KM.

Prestasi pribadinya tidak berhenti disitu saja, ketika ada lomba cerdas cermat Al-Qur’an dan Islam keseluruhan di yayasan Al-Irsyad Bondowoso dia mengikuti dan keluar sebagai Juara I, pernah menjadi utusan Polres Bondowoso untuk mengikuti  Raimuna I tingkat Provinsi di Pandaan Pasuruan juga sebagai juara I dan disamping itu dia tertarik dalam dunia ke Dirgantaraan, maka dia menghimpun beberapa siswa Pramuka untuk mendirikan Saka Dirgantara yang sekaligus dia juga sebagai ketua SAKAnya.

Meskipun aktif di ektrakurikuler namun Jam begitu panggilan akrabnya, punya prestasi yang luar biasa dibidang Akademik. Dibuktikan selalu ranking pertama di sekolahnya dan menjadi sejarah lulus MAN dengan nilai tertinggi UN tingkat Kabupaten tahun 2000 dan raportnya disimpan sampai sekarang sebagai motivasi kepada anak-anaknya bahwa aktif di organisasi tapi mampu berprestasi dibidang akademik.

Setelah lulus MAN tahun 2000, dia mendapat beasiswa kuliah S1 di Malang, namun tidak sampai selesai karena faktor orang tua dan ekonomi, untuk terus menyalurkan bakat menulisnya dia menjadi wartawan dan ditugaskan di Bali namun di pulau dewata dia sambil mengenyam pendidikan di Pratiwi Center dengan mengambil jurusan bahasa asing inggris dan mandarin, pindah tugas dia mengambil jurusan Pendidikan di STKIP Situbondo, dikampus dia aktif di organisasi kampus, LDK dan dia juga ikut membidangi terbitnya majalah Kampus. Selain pendidikan formal, Jamhari juga pernah mengecam pendidikan di Pondok Pesantren Raudlatul Akbar Jember dan  Pondok Pesantren  Al-Fitrah Surabaya.

Dalam pengabdiannya dimasyarakat, dia dipilih sebagai Sekretaris Badan Perwakilan Desa Mandiro dan menginisiasi terbentuknya Forum bersama Badan Perwakilan Desa tingkat Kabupaten bertempat di Gedung DPRD Bondowoso dan ketika pemilihan secara aklamasi dia terpilih sebagai Ketua Forum bersama Badan Perwakilan Desa se-Kabupaten Bondowoso, disamping itu juga sebagai Sekretaris Lembaga  Pendidikan dan Buruh Nasional. Merantau ke Kabupaten Berau di tahun 2008 langsung ditunjuk sebagai Wakil Ketua Ma’arif NU Kabupaten Berau, ditahun 2010 ditugaskan di Talisayan tidak menjadi kesempatan Jamhari untuk bersantai melainkan dia aktif sebagai pengurus MWC NU Talisayan, mendirikan Yayasan Pendidikan dan Da’wah “Bahrussalam”, selain itu untuk meningkatkan kualitas SDM anak-anak pesisir  dia mendirikan kursus dan Bimbingan Belajar yang diberi nama “PrimaCita”  

Jamhari mengawali kariernya sebagai Akonting Fasilitator Proyek Water Sanitation For Low Income Comonite (WSLIC) Bantuan Bank Dunia Tahun 2004, Consultan Surveyor BPPT Jakarta untuk tanaman tebu rakyat Kabupaten Bondowoso, Consultan Marketing Semen Tiga Roda, dan pernah ditunjuk Kementerian  Pendidikan Nasional sebagai Koordinator SMP Terbuka SR Kabupaten Bondowoso. 

Tak hanya disitu, dalam dunia pendidikan jamhari juga sebagai guru Agama SD Negeri Sekarputih 03,  Guru MTS Zaenal Abidin Pujer, Kepala TU SMA Islam Pujer, Guru MTS Kyai Mas Prajekan Bondowoso dan ketika merantau ke Kabupaten Berau mengawali dengan sebagai Guru SMA Negeri 2 Berau, Guru SMP Al-Ihsan, Guru SMK TI Hidayatullah, Guru SMK Ma’arif NU Berau, Guru SMA Muhammadiyah Tanjung Redeb, Kepala Sekolah SMK Sehat Persada Berau dan SMA Negeri 3 Berau.

Selain sebagai guru, pengalaman akuntannya tetap dibutuhkan sehingga Jamhari ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur sebagai Koordinator Bendahara untuk membimbing bendahara-bendahara sekolah diKabupaten Berau,  namun di tahun 2016 dipindah tugaskan ke Dinas Pendidikan sehingga dilantik sebagai Kepala Sub Bagian Keuangan dan Aset Dinas Pendidikan Kabupaten Berau.

Dalam kepemiluan Jam panggilan akrabnya pernah ikut menjadi PPK Kecamatan Tegalampel Bondowoso, sedangkan di Kabupaten Berau tahun 2008 sebagai Panwascam Kecamatan Teluk Bayur, pindah keKecamatan Talisayan tahun 2010 disana juga sebagai Ketua Panwascam Kecamatan Talisayan, dipindah tugaskan ke Tanjung Redeb aktifitasnya dalam kepemiluan tidak berhenti, di bulan September tahun 2017 diangkat menjadi Kepala Sekretariat Panwaslu Kabupaten Berau. Seiring berjalannya waktu, Panwaslu yang merupakan lembaga adhoc tahun 2018 berubah menjadi Badan Pengawas Pemilihan Umum atau Bawaslu, Jamhari tetap berlanjut mengemban amanah sebagai Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Berau sampai sekarang. 

Di dalam perjalanan hidupnya kedepan dia pasrah mengikuti seperti air yang mengalir namun tetap memegang teguh loyalitas dan integritas, mengabdi setulus hati kerja ikhlas dan kerja tuntas sehingga bermanfaat bagi masyarakat, kehidupan rumah tangga yang harmonis, mempersiapkan bekal di akhirat dengan terus beribadah kepada Allah SWT dan menjadi imam yang baik untuk keluarga, terus aktif bergerak sesuai mottonya “ jangan menjadi pemuda kecapi seruling yang meratapi batuan karang yang bongkah, jadilah pemuda yang tangguh dalam mengarungi samudera kehidupan, dan sebelum menjadi mercusuar ditengah samudera jadilah pelita dimana tempat berpijak”