Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Berau Ikuti Jumat BERKAH, Kupas Tuntas Potensi Kerawanan Masa Tenang

Bawaslu Berau

TANJUNG REDEB – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Berau terus mematangkan kesiapan pengawasannya dengan mengikuti agenda Pojok Literasi bertajuk Jumat BERKAH yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (2/10/2026) ini, secara khusus mengupas tuntas pemetaan potensi kerawanan pada tahapan krusial masa tenang.

Forum diskusi lintas daerah yang diikuti oleh jajaran staf Bawaslu se-Kalimantan Timur ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat mitigasi risiko pelanggaran jelang hari pemungutan suara. Masa tenang diidentifikasi sebagai fase transisi yang sangat rawan, di mana aktivitas kampanye resmi telah ditutup, namun celah untuk kecurangan justru kerap meningkat tajam.

Pada edisi Jumat BERKAH kali ini, Bawaslu Kabupaten Berau mendapat kepercayaan istimewa dengan tampilnya Wahyu Wandi, salah satu staf Bawaslu Berau, sebagai pemateri utama. Dalam forum tersebut, Wahyu membedah berbagai titik rawan yang menjadi fokus pengawasan selama masa tenang, meliputi potensi maraknya praktik politik uang (money politics), kampanye terselubung berkedok kegiatan sosial, penyebaran hoaks dan kampanye hitam di ruang digital, hingga tantangan penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) secara serentak.

Wahyu menekankan bahwa pengawasan di masa tenang tidak bisa hanya bersifat pasif. Ia memaparkan strategi mitigasi yang efektif berdasarkan pengalaman empiris dan karakteristik geografis di wilayah Kabupaten Berau, salah satunya melalui optimalisasi patroli pengawasan yang melibatkan jajaran pengawas di tingkat kecamatan (Panwascam) hingga desa/kelurahan (PKD). Koordinasi intensif dengan aparat keamanan dan Satpol PP juga menjadi kunci utama dalam memastikan pembersihan APK tepat waktu dan mencegah mobilisasi massa secara ilegal.

Selain memaparkan strategi penindakan, pemateri dari Bawaslu Berau ini juga menyoroti pentingnya pelibatan masyarakat luas (participatory pengawasan). Edukasi dan imbauan publik harus terus digencarkan agar masyarakat berani menolak politik uang dan proaktif melaporkan setiap indikasi kecurangan yang terjadi di lingkungan mereka.

Keikutsertaan aktif jajaran staf Bawaslu Berau, terlebih dengan memberikan kontribusi pemikiran secara langsung, menegaskan komitmen kelembagaan dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) pengawas yang kapabel dan analitis. Melalui pertukaran pengalaman dalam Pojok Literasi ini, Bawaslu Berau semakin memantapkan kesiapan operasionalnya untuk mengawal masa tenang, memastikan tidak ada ruang bagi pelanggaran, dan menjaga kemurnian suara pemilih hingga hari pencoblosan tiba.

 

bawaslu berau

Humas Bawaslu Kabupaten Berau